4_4 PAK : SAKRAMEN-SAKRAMEN GEREJA

TUJUAN PEMBELAJARAN :

  • Peserta didik mampu Menguraikan Rahmat yang diterima lewat Sakraman Baptis dengan nilai sikap Rela Berkorban (C2)
  • Peserta didik mampu Menjelaskan makna Roti dan anggur sebagai Tubuh dan Darah Kristus hadir dalam perayaan Ekaristi dengan nilai sikap Rela Berkorban (C2)
  • Peserta didik mampu Menguraikan Karunia Roh Kudus lewat Sakramen Krisma dengan nilai sikap Rela Berkoban (C2)
  • Peserta didik mampu Membiasakan berdamai dengan Allah, Gereja dan masyarakat melalui Sakramen Tobat dengan nilai sikap Rela Berkoban (C3)
  • Peserta didik mampu Menerapkan rahmat penyembuhan dan kesehatan Jasmani dengan nilai sikap Rela Berkoban (C3)

peserta didik mampu Mendemontrasikan Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik dalam bentuk Video Drama Kreatif singkat max 5 menit dengan mengamalkan sikap Rela Berkorban ( P2).

MATERI PEMBELAJARAN : SAKRAMEN-SAKRAMEN GEREJA

Gereja sebagai sarana untuk mengomunikasikan rahmat Allah bagi umat beriman yang menerimanya. Istilah Gereja dapat diartikan sebagai Persekutuan orang beriman yang percaya kepada Kristus. Gereja juga dapat diartikan sebagai tempat ibadah/bangunan untuk ibadah orang kristiani. Gereja itu dalam Kristus bagaikan sakramen yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat (LG1). Tujuan utama Gereja ialah menjadi sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam.(KGK 775).
Dalam Katekismus Gereja Katolik(776) dinyatakan bahwa sebagai sakramen, Gereja adalah alat Kristus. Gereja di dalam tangan Tuhan adalah alat penyelamatan semua orang (LG 9) sakramen keselamatan bagi semua orang (LG 48), yang oleh Kristus menyatakan cinta Allah kepada manusia sekaligus melaksanakannya (GS 45,1). Dalam Gereja Katolik dikenal 7 (tujuh) sakramen yakni sakramen baptis, ekaristi, penguatan yang dimasukkan dalam sakramen inisiasi, kemudian sakramen tobat dan pengurapan orang sakit dikelompokkan menjadi sakramen penyembuhan, dan sakramen imamat dan perkawinan.
Dalam bab ini, bahasan yang akan di dalami bersama ada 5 sakramen yaitu 3 Sakramen Inisiasi, Sakramen Tobat dan Pengurapan Orang Sakit. Untuk 2 sakramen yang lainnya yaitu Sakramen Perkawinan dan Sakramen Tahbisan akan dibahas di kelas berikutnya.

A. Sakramen Baptis

Sakramen baptis merupakan sakramen dasar bagi orang Kristiani, dengan dibaptis berarti orang bergabung menjadi anggota Gereja. Setelah kebangkitan, Yesus memberikan tugas perutusan kepada para rasul untuk membaptis (Mat 28:19).

Pembaptisan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: 1) Baptisan dewasa dan 2) Baptisan bayi.

Dalam Gereja Katolik, secara umum yang lazim dipergunakan dalam pembaptisan adalah dengan menuangkan air, bukan dengan menenggelamkan.

Lambang yang dipergunakan dalam sakramen baptis antara lain:
– Air yang berarti membersihkan dari dosa-dosa.
– Lilin yang melambangkan cahaya Kristus sebagai penerang dalam kehidupan, karena kita adalah anak terang Kristus (Ef 5:8).
– Kain Putih yang melambangkan kita “mengenakan Kristus” artinya bahwa sesudah dibaptis kita mengandalkan kekuatan Kristus dalam menjalani hidup.
Dalam proses pembaptisan dewasa ada tahapan-tahapan yang harus dilalui yakni: a) Masa Prakatekumenat yang diakhiri dengan upacara tahap pertama: pelantikan menjadi katekumen; b) Masa Katekumenat yang diakhiri dengan upacara tahap kedua: Upacara pengukuhan Katekumenat terpilih; c) Masa persiapan terakhir yang diakhiri dengan tahap ketiga Upacara penerimaan sakramen baptis, dan d) Masa mistagogi.

B. Sakramen Ekaristi

  • Sebelum menderita sengsara, Yesus mengadakan perjamuan bersama para murid-Nya sebagai tanda perpisahan yang kita kenal dengan “Perjamuan Malam Terakhir”.
  • Dalam perjamuan tersebut, ada dua hal yang dilakukan Yesus yaitu: 1) Yesus mengambil cawan berisi anggur dan roti, Ia mengucap syukur dan memberikan pesan, “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Daku” (ay. 19). Ini artinya, bahwa roti melambangkan diri Yesus sendiri yang akan dipersembahkan melalui penderitaan-Nya di salib demi keselamatan manusia. 2) Yesus mengambol cawan berisi anggur dan berkata,
    “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu” (ay. 20). Ini mengandung arti bahwa anggur melambangkan darah Kristus yang
    tertumpah di salib, juga demi keselamatan manusia. Yesus berpesan agar para murid selalu melakukan kembali peristiwa ini, untuk mengenangkan diri-Nya.
  • Sesuai dengan pesan Yesus itu, maka Perjamuan Tuhan itu diteruskan oleh Gereja hingga kini dalam bentuk Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi mengenangkan sekaligus menghadirkan kembali tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus kepada umat manusia sekaligus mensyukurinya.
  • Dengan demikian, bagi Gereja sekarang, ekaristi pertama-tama merupakan Ucapan Syukur dan Pujian Kepada Bapa. Kita bersyukur kepada Allah atas segala kebaikan-Nya: untuk segala sesuatu yang Ia laksanakan dalam penciptaan, penebusan, dan pengudusan.

C. Sakramen Penguatan

  • Sakramen penguatan adalah sakramen kedewasaan. Menerima sakramen ini orang dianggap sudah dewasa dalam iman.
  • Sakramen Penguatan adalah sakramen yang memberi Roh kudus supaya mengakarkan kita lebih kuat dalam persekutuan anak-anak Allah.
  • Orang yang telah menerima Sakramen Penguatan membawa konsekuensi: bertanggung jawab menjadi saksi Kristus baik dalam Gereja sendiri, dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja, dan di lingkungan masyarakat yang lebih luas.
  • Untuk menerima penguatan/sakramen Krisma, orang harus berada dalam suasana rahmat. Karena itu dihimbau supaya mereka menerima sakramen tobat terlebih dahulu sehingga dibersihkan sebelum menerima anugerah Roh Kudus. Di samping itu, doa yang intensif juga akan mempersiapkan orang untuk menerima kekuatan dan rahmat Roh Kudus dengan kerelaan batin (KGK, 1310).

D. Sakramen Tobat

Dosa adalah perbuatan melawan cinta kasih Tuhan dan sesama. Suatu tindakan disebut dosa apabila tindakan tersebut dilakukan secara sadar, sengaja, dan dalam keadaan bebas, yang berakibat merugikan orang lain dan dirinya sendiri serta merusak hubungannya dengan Tuhan. Akibat dari dosa adalah retaknya/rusaknya bahkan terputusnya hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama dan lingkungannya.

Bertobat artinya berbalik kembali kepada Allah. Kembali ke jalan menuju kepada Allah. Berdasarkan kisah yang dialami oleh si bungsu dalam kitab Luk 15: 11-32, maka bertobat dapat diartikan sebagai tindakan/sikap yang berani untuk kembali kepada bapa, kembali pada pangkuan bapa, kembali ke jalan menuju kepada bapa. Untuk bertobat biasanya seseorang tidak serta merta begitu saja bertobat, tetapi melalui beberapa tahapan atau proses. Tahapan itu antara lain: 1) Mengakui/ menyadari akan kesalahan/dosa, 2) Menyesali segala kesalahan/dosa, 3) Berjanji untuk tidak mengulangi lagi atas kesalahan/ dosa yang pernah dilakukan dan       4) Menyatakan diri bertobat.

Dalam pertobatan secara katolik, biasanya dikonkritkan pula dengan melakukan pengakuan dosa. Adapun langkah-langkah dalam pengakuan dosa adalah:
– Melakukan pemeriksaan batin. Orang yang mengaku dosa diajak untuk mengingat kembali dosa yang telah diperbuat dalam suasana hening danberdoa;
– Mempunyai niat untuk bertobat menyesali dosa-dosa;
– Masuk ruang pengakuan dan mengakui segala dosa-dosanya, minta pengampunan dan melakukan penitensi sebagi silih atas dosa yang diperbuat;
– Merubah sikap dan tutur kata yang senantiasa menjadi baik

E. Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Gereja sampai saat ini juga senantiasa memperhatikan orang yang sakit, yaitu dengan memberikan pendampingan kepadanya melalui pemberian Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sakramen ini diberikan kepada orang beriman yang merasa mulai menghadapi bahaya maut karena sakitnya atau karena lanjut usia atau orang yang menghadapi operasi besar. Sakramen ini dapat diterima seseorang lebih dari satu kali.

Dalam menerimakan Sakramen Pengurapan Orang Sakit dapat dilakukan di gereja, di rumah, atau di rumah sakit. Urutan perayaan sakramen ini adalah:
– Jika masih memungkinkan, sangat baik jika pemberian sakramen ini didahului dengan penerimaan Sakramen Tobat,
– Uskup/ Imam meletakkan tangan ke atas orang sakit sambil berdoa bagi si sakit.
– Pengurapan dengan minyak,
– Jika memungkinkan juga dapat dilanjutkan dengan penerimaan komuni.

Makna dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini antara lain:
– Menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang menjadikan si penderita mempunyai kekuatan, ketenangan, kebesaran hati untuk mengatasi kesulitan akibat sakitnya.
– Mengajak si sakit untuk mempersatukan penderitaan yang dialaminya dengan penderitaan Yesus Kristus.
– Menganugerahkan rahmat Gerejani, keikutsertaan dalam penderitaan dan sengsara Kristus menyucikan dirinya.
– Menyiapkan orang agar bila akhirnya meninggal, ia layak menghadap Bapa.

Setelah kamu membaca teks materi pembelajaran kita, silahkan kamu saksikan penjelasan materi melalui video pembelajaran berikut ini :

 

TUGAS : SOAL LMS JILID IV SEMSTER GENAP

KELAS VIII-1 KELAS VIII-2 KELAS VIII-3 KELAS VIII-4 KELAS VIII-5 KELAS VIII-6

 

Facebook Comments

Tentang Binaria Krescencia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
free dating sites what
Guest
26/05/2021 3:21 AM

Hey! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout
out and tell you I really enjoy reading through your articles.
Can you suggest any other blogs/websites/forums that deal with the same topics?
Many thanks!

    trackback
    07/07/2021 5:47 AM

    ... [Trackback]

    [...] Read More on that Topic: smpstmariakaro.net/4_4-pak-sakramen-sakramen-gereja/ [...]

      trackback
      16/07/2021 11:24 AM

      ... [Trackback]

      [...] Information to that Topic: smpstmariakaro.net/4_4-pak-sakramen-sakramen-gereja/ [...]

        trackback
        25/07/2021 5:41 AM

        ... [Trackback]

        [...] Read More to that Topic: smpstmariakaro.net/4_4-pak-sakramen-sakramen-gereja/ [...]

          4
          0
          Would love your thoughts, please comment.x
          ()
          x