1_2_IPS TERPADU KELAS VII : Ruang dan Intraksi Ruang

Ruang dan Intraksi Ruang

Tujuan Pembelajaran :

1. Setelah mengamati video pembelajaran peserta didik mampu menjelaskan ruang dan interaksi antara ruang dengan benar berdasarkan nilai displin ( C2 )
2. Setelah mengamati video pembelajaran peserta didik menjelaskan syarat terjadinya interaksi ruang berdasarkan nilai displin (C3)
3. Setelah mengamati video pembelajaran peserta didik mampu menganalisis bentuk-bentuk interaksi antara ruang berdasarkan nilai displin ( C4 )
4. Setelah mengamati video pembelajaran peserta didik mampu mengindentifikasi contoh-contoh intekasi antara ruang dalam displin ( C5 )

Materi Pembelajaran 

Mengapa setiap makluk hidup dibumi memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya ?

Setiap makhluk hidup dibumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya.Jika tidak ada ruang maka manusia tidak mempunyai tempat untuk hidup.Ruang dapat ditemukan di daratan dan perairan

Wilayah ruang daratan ditemukan Tanah, batuan, tumbuhan, bagunan, mall,bioskop dataran rendah, dataran tinggi, gunung, bukit, jurang, plato, lembah,jurang.Wilayah ruang perairan dapat ditemukan  di laut, sungai, danau, dangkalan atau paparan benua,ambang laut,gunung laut,palung laut,pulau karang dll.

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang khas dan tidak ada wilayah dipermukaan bumi memiliki krakter yang sama.Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan.

Pergertian Ruang

Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan makhluk hidup untuk tinggal. Ruang juga dapat diartikan sebagai wadah dari semua aktivitas manusia, hewan, tumbuhan yang ada di permukaan bumi. Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi. Tapi juga lapisan atmosfer terbawah yang memengaruhi permukaan bumi. Ruang juga mencakup perairan yang terdapat di permukaan bumi yaitu laut, sungai, danau, ataupun yang ada di bawah permukaan bumi (air tanah) sampai ke kedalaman tertentu. Dikutip dari Education Standards, konsep ruang adalah konsep yang berfokus pada lokasi dan distribusi keruangan, serta cara orang mengatur dan mengelola ruang yang ditinggali.

Pengertian interaksi antarruang

Interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung.

Interaksi antarruang adalah suatu cara mengelola ruang-ruang berdasarkan potensi juga permasalahannya dan keterkaitan suatu ruang dengan ruang-ruang di sekitarnya. Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, atau informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan atau dari suatu daerah ke daerah lain.

Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional dan lain-lain.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Interaksi

Pola dan kekuatan interaksi antara dua wilayah atau lebih sangat dipengaruhi oleh keadaan alam serta sosial daerah yang bersangkutan, serta kemudahan yang mempercepat proses hubungan kedua wilayah.

Menurut Edward Ullman, terdapat tiga faktor utama yang mendasari atau memengaruhi timbulnya interaksi antarwilayah, yaitu
1.Adanya Wilayah-Wilayah yang Saling Melengkapi ( Regional Complementary )
2.Adanya Kesempatan untuk Berintervensi  ( Intervening Opportunity )
3.Adanya Kemudahan Transfer atau Pemindahan dalam Ruang ( Spatial Transfer Ability )

1. Adanya Wilayah-Wilayah yang Saling Melengkapi (Regional Complementary)

Regional Complementary adalah terdapatnya wilayah-wilayah yang berbeda dalam ketersediaan atau kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang kelebihan (surplus) sumber daya, seperti produksi pertanian dan bahan galian, dan di lain pihak ada daerah yang kekurangan (minus) jenis sumber daya alam tersebut. Adanya dua wilayah yang surplus dan minus sumber daya tersebut sangat memperkuat terjadinya interaksi, dalam arti saling melengkapi kebutuhan, di mana masing-masing wilayah berperan sebagai produsen dan konsumen.

2. Adanya Kesempatan untuk Berintervensi (Intervening Opportunity)

Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah. Pada gambar di bawah, wilayah A dan B sangat memungkinkan terjalin interaksi karena masing-masing wilayah memiliki kelebihan dan kekurangan sumber daya sehingga dapat berperan sebagai produsen dan konsumen. Namun karena ada wilayah lain, yaitu C yang menyuplai kebutuhan wilayah A dan B maka kekuatan interaksi antara A dan B menjadi lemah. Dalam hal ini, wilayah C berperan sebagai intervening area atau wilayah perantara.

Intervening opportunity dapat pula diartikan sebagai sesuatu hal atau keadaan yang dapat melemahkan jalinan interaksi antarwilayah karena adanya sumber alternatif pengganti kebutuhan.

3. Adanya Kemudahan Transfer atau Pemindahan dalam Ruang (Spatial Transfer Ability)

Faktor yang juga memengaruhi kekuatan interaksi adalah kemudahan pemindahan manusia, barang, jasa, gagasan, dan informasi antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Kemudahan pergerakan antarwilayah ini sangat berkaitan dengan:

  • jarak antar wilayah
  • biaya transportasi;
  • kemudahan dan kelancaran prasarana dan sarana transportasi antarwilayah.

Video pembelajaran “Ruang dan Intarksi Ruang ” disertai penjelasan sederhana.

Soal – Soal

Kelas VII 1 Kelas VII 2 Kelas VII 3 Kelas VII 4 Kelas VII 5 Kelas VII 6 Kelas VII 7 Kelas VII 8
Facebook Comments

Tentang gsmdanialginting

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x