1_1_4 Analisis Data (AD)

Analisis Data

Tujuan Pembelajaran (Asyncronous)

  • Menerangkan konsep dan pengertian jenis-jenis data, interpretasi data dan penyajian data dengan menjawab pertanyaan dengan baik dan benar dengan memperoleh nilai minimal 80%.
  • Mengidentifikasi teknik pengelompokkan data dan Teknik penyajian/ visualisasi data minimal dengan model table dan grafik pada aplikasi Microsoft Excel atau WPS.

Capaian Pembelajaran (Fase D)

Pada akhir fase D, siswa mampu mengakses, mengolah, mengelola, dan menganalisis data secara efisien, terstruktur, dan sistematis untuk menginterpretasi dan memprediksi sekumpulan data dari situasi konkret sehari-hari dengan menggunakan perkakas TIK atau manual.

https://static.buku.kemdikbud.go.id/content/pdf/bukuteks/kurikulum21/Informatika-BS-KLS-VII.pdf

ANALISIS DATA

Pengertian Data: Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Data – Sekarang ini, data dijadikan sebagai sebuah keterangan dan bahkan menjadi acuan untuk mempermudah orang-orang dalam mencari ataupun mengamati suatu hal. Keterangan dari data tersebut bisa berupa kata-kata, kalimat, angka, simbol, dan lainnya. Akan tetapi, jika ingin memahami lebih dalam mengenai data, maka alangkah lebih baik kita kita mencari tahu dulu apa pengertian data secara umum.

Saat ini, data sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dari adanya data tersebut, orang-orang bisa mengetahui berbagai macam informasi berdasarkan apa yang mereka butuhkan. Terlebih lagi, data sendiri juga mempunyai berbagai macam fungsi yang sangat memudahkan orang-orang dalam mendapatkan dan juga merangkum hasil penelitian.

Pastinya ada banyak sekali fungsi data lain yang sangat memudahkan orang-orang dalam melakukan berbagai macam aktivitas ataupun pekerjaannya. Selain itu, data juga banyak dijadikan dasar dalam memutuskan segala sesuatu bahkan untuk menargetkan pasaran. Jika kamu masih bingung mengenai apa itu data, berikut ini kita akan membahas mengenai pengertian data, fungsi, dan juga jenis-jenisnya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Data

Data adalah sekumpulan keterangan ataupun fakta yang dibuat dengan kata-kata, kalimat, simbol, angka, dan lainnya. Data disini didapatkan melalui sebuah proses pencarian dan juga pengamatan yang tepat berdasarkan sumber-sumber tertentu. Adapun pengertian lain dari data yaitu sebagai suatu kumpulan keterangan atau deskripsi dasar yang berasal dari obyek ataupun kejadian.

Dimana di dalam kumpulan keterangan tersebut diperoleh dari hasil pengamatan yang selanjutnya diolah menjadi bentuk lain yang lebih kompleks. Baik berupa informasi, database, dan lainnya. Apabila ditinjau secara bahasa, kata data yaitu berasal dari Bahasa Latin, yakni “Datum” yang artinya sesuatu yang diberikan. Dari istilah itu, maka bisa kita jumpai arti data yang adalah hasil dari pengukuran atau pengamatan suatu variabel tertentu dalam bentuk kata-kata, warna, angka, simbol, dan keterangan lain.

Data itu sendiri masih bersifat mentah. Jadi, jika kamu ingin memperoleh data yang baik dan akurat, maka sangat penting untuk bersandar pada data yang memang telah dipercaya kebenaran, keakuratan, ketepatan waktu, dan ruang lingkupnya yang luas. Selain itu, karena data memiliki sifat yang masih mentah, maka seseorang yang membaca dan juga melihatnya belum bisa mendapatkan suatu informasi yang utuh. Tidak heran jika dari data tersebut, kita masih perlu melakukan pengolahan terhadap data yang sudah kita dapatkan sampai data tersebut benar-benar bisa menghasilkan informasi yang dapat kita pahami dengan mudah.

Pengertian Data Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian data dari para ahli:

  1. Arikunto Suharsimi

Pengertian data menurut Arikunto Suharsimi adalah serangkaian fakta dan juga angka yang bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun suatu informasi.

  1. Nuzulla Agustina

Pengertian data menurut Nuzulla Agustina adalah suatu informasi mengenai suatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa serangkaian angka, fakta, gambar, tabel grafik, kata, simbol, huruf, dan lainnya yang mengekspresikan suatu pemikiran, kondisi, ojek, dan situasi.

  1. Kuswandi dan E. Mutiara

Pengertian data menurut Kuswandi dan E. Mutiara adalah sekumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan yang dapat berupa simbol, angka, dan juga properti.

  1. Slamet Riyadi

Pengertian data menurut Slamet Riyadi adalah sekumpulan informasi yang didapatkan berdasarkan pengamatan yang mana data dapat berbentuk angka atau simbol.

  1. Kristanto

Pengertian data menurut Kristanto adalah suatu fakta mentang mengenai objek yang bisa mengurangi tingkat ketidakpastian tentang suatu keadaan dan peristiwa.

Manfaat dan Fungsi Data

Data yang kamu temukan sekarang ini pasti mempunyai berbagai fungsi dan juga manfaat masing-masing. Apabila ditinjau secara umum, di bawah ini beberapa manfaat dan fungsi data yang bisa kamu dapatkan:

  1. Sebagai Suatu Acuan Kegiatan

Manfaat dan juga fungsi data yang pertama yaitu sebagai salah satu acuan kegiatan. Hal tersebut berarti dengan adanya data dapat digunakan sebagai acuan ataupun tolok ukur untuk membuat sebuah kegiatan tertentu yang kita inginkan.

  1. Sebagai Dasar Perencanaan

Sebuah data bisa kita gunakan sebagai sebuah perencanaan. Sebab, dalam membuat sebuah perencanaan sangat penting untuk menggunakan parameter yang akurat. Sedangkan data itulah yang bisa digunakan sebagai salah satu parameter sekaligus sebagai acuan dalam membuat suatu perencanaan. Tidak hanya itu saja, data juga bisa digunakan sebagai bahan perkiraan keadaan atau situasi di waktu yang akan datang. Dengan melihat data tersebut, maka sebuah perencanaan akan lebih matang dan terarah. Sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang tepat dan optimal.

  1. Dasar Untuk Membuat Keputusan

Sebuah data bisa bermanfaat untuk membuat suatu keputusan. Dari adanya data yang ada, seseorang bisa membuat keputusan terbaik pada suatu permasalahan yang ada. Dengan begitu, seseorang akan dengan lebih mudah menentukan keputusan berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan.

  1. Sebagai Bahan Untuk Evaluasi

Selain berbagai manfaat dan fungsi yang sudah disebutkan di atas, sebuah data juga bisa dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi. Misalnya saja, dalam sebuah lembaga ataupun organisasi tertentu, pasti akan membutuhkan evaluasi dalam rangka meningkatkan kualitasnya.

Dalam hal itu, data berperan sebagai suatu bahan untuk mengevaluasi dari hasil kerja ataupun kegiatan yang sudah dilakukan oleh sebuah lembaga dan organisasi tertentu. Dari berbagai macam manfaat dan fungsi data diatas, didapatkan juga jenis-jenis data yang mungkin belum kamu ketahui. Berikut ini adalah beberapa jenis data yang bisa kamu ketahui di bawah ini:

Jenis-jenis Data dan Contohnya

Setelah memahami apa itu pengertian data, manfaat, dan juga fungsinya. Maka kali ini kita kan membahas mengenai jenis-jenis data beserta contohnya. Dengan begitu, pengetahuan kita mengenai data akan bertambah. Lalu, apa saja jenis-jenis data yang perlu kita pahami? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

  1. Data Berdasarkan Cara Mendapatkannya

Jenis data yang pertama yaitu berdasarkan cara mendapatkannya. Ada dua cara dalam mendapatkan data tersebut, antara lain:

  1. Data Primer

Data primer adalah data yang didapatkan dan dikumpulkan secara langsung dari objek yang sebelumnya telah diteliti oleh suatu organisasi ataupun perorangan. Misalnya saja:

– Data dari hasil survey

– Data dari hasil wawancara

– Data dari hasil kuesioner

  1. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang bisa kita dapatkan dari sumber lain yang telah ada sebelumnya. Hal tersebut artinya di dalam data sekunder seseorang tidak perlu mengumpulkan data secara langsung dari objek yang ingin diteliti. Biasanya, jenis data yang satu ini dapat diperoleh dari penelitian sebelumnya yang sudah jadi. Baik itu dalam bentuk grafik, tabel, ataupun diagram. Contohnya yaitu:

– Data penyakit tertentu

– Data mengenai sensus penduduk dan lain sebagainya

  1. Data Berdasarkan Sumber

Jenis data yang satu ini memiliki dua macam, yaitu:

  1. Data Eksternal

Data eksternal adalah data yang diperoleh dari luar organisasi maupun tempat dimana penelitian itu dilakukan. Biasanya, jenis data ini digunakan sebagai pembanding suatu tempat dengan tempat lainnya. Misalnya saja data kependudukan, data penjualan produk perusahaan lain, data jumlah siswa dari sekolah lain, dan lain sebagainya.

  1. Data Internal

Data internal adalah data yang bisa diperoleh langsung dari suatu organisasi atau tempat berlangsungnya penelitian itu. Misalnya saja, data karyawan dari sebuah perusahaan, data mengenai kepuasan pelanggan suatu perusahaan dan lain sebagainya.

  1. Data Berdasarkan Sifat

Jenis data yang satu ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang didapatkan dengan melakukan sebuah survey. Sehingga akan memperoleh jawaban yang berupa angka-angka. Data tersebut bersifat lebih objektif. Maka dari itu, ketika kamu melihat data ataupun membaca data tersebut, maka tidak akan mengartikannya dengan berbeda. Contohnya:

– Lala berumur 30 tahun

– Tinggi badan Alwi 168 cm

– Suhu badan Tina 36 derajat celcius dan masih banyak lagi

  1. Data Kualitatif

Berbeda dengan data kuantitatif yang berbentuk angka-angka, data kualitatif adalah data yang lebih berupa deskriptif. Yaitu sebuah data yang tidak berbentuk angka. Biasanya data tersebut dibuat dengan menggunakan simbol, gambar, ataupun bentuk verbal lain. Jenis data yang satu ini bisa didapatkan melalui isian kuesioner, observasi, studi literatur, wawancara, dan lain sebagainya. Tidak heran jika jenis data ini lebih bersifat objektif. Sehingga ketika orang-orang melihat atau membacanya bisa menyebabkan adanya penafsiran yang berbeda. Misalnya:

– Kualitas pelayanan suatu rumah sakit

– Kuesioner mengenai kepuasan pelanggan dan lain sebagainya.

  1. Data Berdasarkan Waktu Pengumpulannya

Data cross-sectional adalah data yang dikumpulkan hanya di waktu-waktu tertentu guna mengetahui situasi pada saat itu. Misalnya saja, data penelitian kuesioner. Data berkala adalah data yang dikumpulkan secara berkala dari waktu ke waktu untuk mengetahui perkembangan dari sebuah peristiwa selama periode tertentu. Misalnya saja data harga makanan.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yaitu teknik ataupun metode yang digunakan oleh seorang peneliti guna mengumpulkan suatu data. Pengumpulan data tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Tak hanya itu saja, instrumen pengumpulan data yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Berikut ini adalah beberapa metode pengumpulan data, antara lain:

  1. Wawancara

Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tatap muka dan mengajukan pertanyaan dan juga jawaban secara langsung dengan pembicara dan peneliti. Namun seiring berkembangnya teknologi, metode wawancara juga bisa dilakukan melalui media tertentu, seperti halnya telepon, email, ataupun skype.

  1. Pengamatan

Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai macam faktor dalam implementasinya. Akan tetapi, metode observasi tak hanya mengukur sikap responden saja, tapi pengamatan juga bisa digunakan untuk merekam berbagai macam fenomena yang terjadi ketika pengumpulan data.

  1. Kuesioner

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan berbagai macam pertanyaan ataupun pernyataan tertulis kepada responden untuk nantinya dijawab. Selain itu, metode kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien apabila peneliti mengetahui variabel pasti yang akan diukur dan memahami apa yang diharapkan responden.

  1. Dokumen Studi

Dokumen studi adalah metode pengumpulan data secara tidak langsung untuk membahas subjek penelitian. Tinjauan dokumen merupakan salah satu jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai jenis dokumen yang berguna untuk analisis dokumen.

Sumber Data

Data yang diperlukan dalam sebuah penelitian dapat dikumpulkan ataupun didapatkan dari berbagai macam sumber data. Pengertian dari sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data bisa didapatkan. Apabila penelitian menggunakan metode wawancara ataupun angket dalam pengumpulan datanya, maka sumber tersebut akan disebut sebagai responden, yaitu orang-orang yang merespon ataupun menjawab pertanyaan peneliti.

Namun bila pengumpulan data dilakukan atas populasi, maka responden penelitian merupakan populasi. Sementara bila pengumpulan data dilakukan atas sampel, maka responden adalah sampel. Data dikumpulkan dengan cara memberi respon yang diberikan oleh responden. Pertanyaan tentang data tersebut akan dikumpulkan berkaitan dengan variabel.

Jika penelitian menggunakan teknik observasi, maka sumber data yang diperoleh bisa berupa gerak, benda, ataupun proses sesuatu. Penelitian yang mengamati kegiatan siswa dalam pembelajaran, sumber datanya berasal dari siswa. Sementara objek penelitiannya adalah aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Jika peneliti menggunakan teknik analisis dokumen, maka dokumen ataupun catatan menjadi sumber datanya. Sedangkan isi dari catatan subjek penelitian menjadi variabel penelitian.

Sumber data dapat dikelompokkan berdasarkan dua hal. Pertama yaitu berdasarkan subjek dimana data itu ada dan kedua adalah berdasarkan wilayah sumber data. Jika berdasarkan subjek dimana data ada, maka akan diklasifikasikan lagi menjadi empat singkat huruf P dari Bahasa Inggris:

  1. P = Person

Ini adalah sumber data yang berbentuk orang. Sumber data ini bisa memberikan data berupa jawaban secara lisan ataupun wawancara serta jawaban tertulis melalui angket. Sumber dari data yang diperoleh disebut dengan responden.

  1. P = Place

Sumber data ini berbentuk tempat. Ini adalah sumber data yang menampilkan tampilan berupa keadaan diam, seperti benda, alat, warna, kondisi ruangan, dan lain sebagainya.

  1. P = Process

Sumber data tersebut adalah berupa kegiatan atau aktivitas. Ini adalah sumber data yang menampilkan tampilan berupa keadaan yang bergerak, seperti halnya kegiatan belajar, gerak, kinerja, dan lainnya.

  1. P = Paper

Sumber data yang satu ini biasanya berupa simbol. Ini adalah sumber data yang menampilkan tanda-tanda berbentuk huruf, simbol, angka, dan gambar lainnya.

Berdasarkan wilayah sumber data, baik secara keseluruhan ataupun sebagian, akan diambil sebagai subjek penelitian. Dimana sumber data dapat dibedakan menjadi dua yaitu populasi dan sampel. Pengumpulan data yang dilakukan atas populasi akan menghasilkan sebuah data dan juga kesimpulan yang lebih akurat. Sebab tidak akan ada kesalahan yang terjadi. Hal tersebut disebabkan semua objek datanya dikumpulkan dan dianalisis. Namun pengumpulan data yang seperti itu seringkali tidak bisa dilakukan karena berbagai kendala. Dengan situasi yang seperti itu, umumnya pengumpulan data hanya dilakukan dari sampel.

Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai sifat dan juga ciri yang serupa dengan populasi karena diambil dari populasi secara teknik sampling tertentu yang secara metodologis dapat dipertanggung jawabkan.Apabila sumber datanya berupa sampel, maka pengumpulan dan juga analisis datanya hanya dilakukan atas sampel, tapi kesimpulannya akan diberlakukan untuk semua populasi melalui generalisasi.

Contoh Data

Berikut ini adalah beberapa contoh data yang perlu kamu ketahui, antara lain:

  1. Data persija menang
  2. Kecelakaan di jalan raya
  3. Harga telur dan ayam potong
  4. Naiknya harga bahan bakar
  5. Minuman jus sayuran
  6. Konstruksi jalanan
  7. Harga handphone terbaru dan laptop terbaru
  8. Harga sayuran dan buah-buahan

Sumber :

https://www.gurupendidikan.co.id/data/

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-data/


Analisis Data: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menerapkannya

Istilah analisis data seringkali didengar pada dunia bisnis. Aktivitas menganalisis ini berfungsi untuk membuat keputusan dan membantu berjalannya bisnis agar lebih efektif. Untuk lebih mengetahuinya dengan jelas, berikut informasi tentang pengertian, fungsi, dan cara menerapkan analisis data secara efisien:

Daftar Isi

Pengertian

Analisis data adalah proses pemeriksaan dan pengolahan untuk diubah menjadi informasi bermanfaat, menarik kesimpulan, dan membantu dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pada bisnis, menganalisis data konsumen akan menghasilkan data real-time yang lebih akurat sehingga bermanfaat untuk membantu pemilik bisnis membuat keputusan.

Untuk bisa menganalisis data konsumen, Anda terlebih dulu harus melakukan penelitian mendalam dengan melihat kebiasaan, sifat, dan keinginan konsumen terhadap produk atau brand Anda. Dengan terjun langsung ke lapangan, Anda akan bisa melihat secara nyata bagaimana perilaku konsumen terhadap produk Anda.

Saat melakukan penelitian ini, tentunya Anda harus mencatat semua informasi penting untuk mendukung data Anda nantinya. Setelah dirasa cukup, kemudian proses pengolahan data ini dapat dimulai.

Fungsi Analisis Data

Analisis data konsumen membawa peranan sangat besar bagi bisnis karena dapat memberikan beberapa manfaat berikut ini:

  • Dapat dipakai untuk memberikan solusi terhadap suatu masalah yang terjadi selama bisnis berjalan.
  • Bisa dijadikan sebagai bahan untuk menentukan sebuah keputusan yang berkaitan dengan bisnis.
  • Sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas bisnis, baik pada produk maupun pelayanan konsumen.
  • Dapat menjadi bahan acuan terhadap berbagai kegiatan dalam bisnis.
  • Hasil analisis data dapat digunakan untuk membuat perencanaan bisnis kedepannya.

Cara Menerapkan

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, analisis data konsumen harus dilakukan secara efisien. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan Data

Pada tahap awal ini, Anda harus mengumpulkan beberapa data yang akan dianalisis dengan melakukan riset. Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat secara langsung kebiasaan, sifat, dan apa saja yang menjadi kebutuhan konsumen. Dengan metode ini, Anda akan dapat melihat secara nyata apa yang terjadi di lapangan, sehingga data yang didapat pun lebih akurat.

  1. Mengedit Data

Pada tahap ini, Anda harus memeriksa kejelasan dan kelengkapan data yang telah diperoleh saat penelitian tadi. Apakah sudah jelas dan memenuhi semua yang Anda butuhkan untuk membuat informasi baru atau belum. Jika belum, maka Anda masih harus melengkapinya terlebih dulu.

  1. Mengidentifikasi dan Mengklasifikasi Data

Setelah semua data jelas dan lengkap, kini saatnya untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data tersebut. Pada tahap ini, Anda mengartikan data-data yang telah Anda kumpulkan untuk membantu Anda membuat informasi yang berfungsi dalam menjalankan bisnis.

  1. Menguji Data

Ini adalah tahapan di mana Anda harus menguji kualitas data dari segi realibilitas dan validitas instrumen. Tahap ini penting dilakukan supaya nanti hasil yang didapat juga berkualitas dan berdampak positif pada bisnis Anda.

  1. Mendeskripsikan Data

Proses mendeskripsikan data ini disajikan dalam bentuk diagram berbagai ukuran atau berupa tabel frekuensi yang bertujuan untuk memahami karakteristik dari data sampel penelitian yang sudah Anda lakukan di tahap awal.

  1. Menguji Hipotesis

Sampai pada tahap terakhir yaitu menguji hipotesis. Di tahap terakhir ini, Anda menguji pernyataan data tersebut sudah layak atau masih membutuhkan perbaikan. Pada tahap inilah Anda akan bisa mengambil kesimpulan dan keputusan terkait rencana pada bisnis Anda.

Jenis Analisis Data

Analisis data terbagi menjadi dua jenis, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Berikut penjelasan selengkapnya:

  1. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif menggunakan alat bersifat ilmiah. Artinya, proses analisis akan menggunakan statistik, matematika, ekonometrik, dan lainnya. Lalu, hasilnya akan tersaji dalam bentuk angka yang dijelaskan melalui sebuah uraian.

Pada jenis penelitian ini, Anda juga akan memperoleh apa itu analisis data, yaitu sebuah aktivitas yang dilakukan setelah mengumpulkan data semua sumber. Aktivitas tersebut meliputi:

  • Mengklasifikasikan data sesuai variabel dan jenis responden.
  • Membuat tabel data berdasarkan variabel dari seluruh responden.
  • Menghitung data agar dapat menjawab rumusan masalah.
  • Menghitung data untuk menghasilkan hipotesis yang teruji.
  • Menyajikan data pada setiap variabel yang telah diteliti.
  1. Analisis Kualitatif

Analisis kualitatif menggunakan metode sistematis untuk prosesnya, yaitu dengan mencari dan mengolah beberapa data yang didapat dari kajian dokumen, wawancara, pengamatan lapangan, dokumentasi, catatan lapangan, dan lainnya untuk menghasilkan sebuah laporan. Proses penganalisaan bisa dilakukan dengan mengorganisir data pada sebuah kategori, menyusun dalam pola, melakukan sintesa, memilih data yang penting dan akan dipelajari, menjabarkan dalam beberapa unit, lalu membuat kesimpulan yang mudah dipahami semua orang.

Sumber :

https://www.qiscus.com/id/blog/analisis-data-pengertian-fungsi-dan-cara-menerapkannya-dengan-efisien/

 

 

 

Facebook Comments Box

Tentang adminSFD

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x